Sunday, December 03, 2006

aku, si Malau
-sebuah eksistensi-


"HAH, lu orang batak?" begitulah reaksi sebagian orang ketika aku mengungkapkan asal kesukuanku.
Dari nadanya, aku sudah bisa menebak ada unsur ketidakpercayaan.
Hah, bisa dikatakan aku sudah kenyang dengan keraguan semacam itu.
Logatku memang menyusahkan.
Sebagai seorang keturunan batak murni, 100%, logat sundaku memang menjadi boomerang.

Apalagi ketika mereka mendengar aku menyebut 'Malau.'
"HAH, marga apaan tuh. Baru denger...," kata mereka.
Selangka itukah marga 'Malau'? tanyaku dalam hati.
Padahal menurut cerita emak dan bapakku, marga Malau merupakan salah satu marga tertua di suku batak.
"tapi memang, karena satu kesalahan, marga kita disumpahin ama nenek moyang. Disumpahin engga terkenal end langka," jelas Bapak (tentu saja tidak dengan gaya berbicara seperti itu).
"Walah...!" teriakku dengan nada versi band 'netral.'
Engga asik banget sih nyumpahinnya!

Oleh karena itu, sejak beberapa waktu lalu, aku bertekad aku akan mengumandangkan margaku.
hahahahaha
semula aku bingung gimana caranya? secara kita bukan orang yang terkenal kan?

(+) aaaah, i have an idea! i said one day
we are journalists, right?
(-) Really, do we ?
(+) Why dont we put our clan name at the end of all our articles," i said to my self.
(-) "Cool... you know, you are so dammed clever!
then both of us are laughing...
hahahahaha (kadang-kadang gw berpikir, kalau gw ini punya kepribadian ganda.
Apa perlu gw periksain ya ke psikiatri ya?)

Sejak itu, gw mengganti marga 'lismawati' gw dengan 'Malau' di setiap feature yang gw buat.
Gw hanya berharap di luar sana semua orang bermarga Malau melihat koran itu dan tersadar
bahwa marga Malau sudah tidak dikutuk lagi. Bisakah Marga gw dikenal seperti marga-marga lainnya, Tobing, Simanjuntak, Panjaitan, dll ?

Lumayanlah, setelah beberapa tulisan, ada informasi keberadaan orang-orang dengan marga Malau.
Tapi, tetep aja ada orang yang nanyain,"Emang ada ya marga Malau,"

arghhhhhhh...!

1 comment:

butterfly menikmati dunia said...

Malau Satu (Dengan logat Soleh waktu bilang Fikom Satu)...Malau...Malau...Malau...
Ada satu cara lagi biar terkenal 'ta, taro marga lo di depan nama asli lo...see... hahahahaha


Salam tenar dari
Siagian Priska Cesilia Rosida


someone said, every story has it end. But in life, ending is a new beginning for other stories.